Pertanyaan :

Halo dok, saya Regina di Surabaya. Saya ibu dari 2 anak. Saya ingin bertanya terkait kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang kasusnya saat ini sedang naik. Sebagai ibu, hal ini membuat saya cemas. Sebenarnya apa yang membuat kasus DBD ini naik dok? Kemudian bagaimana membedakan demam biasa dengan demam sebagai gejala DBD? Apa benar sekarang ada vaksin untuk pencegahan DBD? Terima Kasih dok.
Jawaban :
Halo Regina, terima kasih pertanyaannya. Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi akut yang disebabkan virus dengue (family virus flaviviridae). Virus ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegepty betina (terbanyak), Aedes albopictus, Aedes polynesiensis, atau Aedes scutellaris. Nyamuk-nyamuk ini, suka dengan tempat yang terdapat genangan air bersih, lembab dan tempat yang kebersihannya kurang.
Saat ini Indonesia masih dalam musim hujan, sehingga sering hujan yang mengakibatkan banyak genangan air di banyak tempat. Hal inilah yang menyebabkan populasi nyamuk Aedes Aegypti meningkat. Dengan demikian kasus DBD juga meningkat.
penyebab DBD
Gejala utama DBD adalah demam tinggi. Gejala dan manifestasi DBD sangatlah luas, beragam dan bahkan terkadang tidak spesifik, serta dapat berbeda antara penderita satu dan yang lainnya. Karena keberagaman gejala DBD dan kadang tidak spesifik, banyak pasien yang tidak menyadari dirinya terkena DBD sehingga banyak pula yang datang dalam keadaan gawat atau syok, dengan komplikasi sehingga perawatannya lebih sulit.
 
Gejala DBD pada anak yang dapat terjadi antara lain demam tinggi, nyeri kepala, nyeri sendi, bintik merah di kulit, mimisan, gusi berdarah, mual, muntah, nyeri perut, nafsu makan menurun, anak rewel, serta anak tampak letih, lemah dan lesu. Gejala ini bisa muncul seluruhnya maupun sebagian.
Demam karena DBD umumnya disertai dengan rasa nyeri di seluruh badan. Misalnya nyeri kepala, nyeri otot, tulang dan sendi. Seluruh badan terasa pegal dan lelah. Demam karena DBD biasanya susah turun walau sudah diberi penurun panas, kalaupun turun cepat naik kembali demamnya.
definisi DBD
Demam karena DBD terkadang mirip dengan demam yang bukan karena DBD. Ciri demam karena DBD adalah demam yang mendadak muncul dan langsung tinggi suhunya di atas 38°C dan demam berlangsung sampai 7 hari dengan pola pelana kuda yang terbagi menjadi 3 fase. Fase tersebut antara lain fase demam atau panas, fase dingin atau kritis, kemudian fase pemulihan.
Demam karena DBD biasanya langsung tinggi. Pola demamnya seperti pelana kuda. Awalnya dimulai dengan demam tinggi hari ke 1 sampai ke 3. Kemudian hari ke 4 atau ke 5 demamnya reda/ turun, yang masuk ke fase kritis atau dingin. Lalu hari ke-6 dan ke-7, demam bisa naik lagi lalu berangsur-angsur sembuh dari DBD dan tidak demam lagi. Jika DBD disertai dengan penurunan trombosit juga waspadai. Tanda-tanda perdarahan akibat penurunan trombosit yang bisa terjadi antara lain seperti bintik merah di kulit, mimisan, gusi berdarah dan lainnya. Jika hal ini terjadi segera bawa anak berobat.
Yang perlu orang tua waspadai adalah saat anak mengalami demam tinggi kemudian demamnya turun. Ini yang perlu diwaspadai karena bisa jadi masuk fase dingin atau kritis. Jadi ketika anak sudah tidak demam tapi dia terlihat lemas, tidak mau makan ataupun minum, disertai nyeri tubuh hingga muntah, maka perlu segera dibawa ke dokter.
gejala DBD
Tidak semua penderita DBD itu harus rawat inap atau opname di rumah sakit. Biasanya ada kondisi-kondisi tertentu yang mengharuskan penderita DBD harus opname. Misalnya muntah berlebihan, nyeri perut, ada pendarahan, kemudian anak terlihat lemas, kemudian dari hasil pemeriksaan laboratorium, trombositnya menurun signifikan.
Pencegahan DBD bisa dilakukan melalui 5M. 5M sendiri merupakan singkatan dari Menguras, Menutup, Mengubur, Mengganti dan Menabur.
Menguras itu menguras bak mandi secara rutin, kemudian menutup tempat penampungan air, serta mengubur benda-benda yang bisa menjadi tempat genangan air untuk sarang nyamuk. Selain itu, mengganti air di vas bunga dan benda lainnya serta menaburkan bubuk abate.
Cara lainnya untuk mencegah DBD adalah dengan menerima vaksin DBD. Vaksin ini bisa diberikan mulai dari usia 6 tahun hingga 45 tahun. Vaksin ini diberikan 2x dosis dengan interval jeda 3 bulan.
Vaksin DBD tidak hanya diberikan kepada mereka yang belum pernah terinfeksi DBD sebelumnya. Vaksin DBD juga bisa diperuntukkan yang sebelumnya pernah terinfeksi demam berdarah.
Virus dengue terdiri dari beberapa serotipe, jadi saat terkena DBD bisa jadi dikarenakan salah satu dari serotipe. Sehingga, masih diperlukan perlindungan terhadap serotipe virus dengue yang lain dengan melakukan vaksinasi DBD.
Secara penelitian, Vaksin DBD terbukti cukup efektif mencegah kasus infeksi DBD sebesar, mengurangi angka keparahan jika terinfeksi virus dengue, mengurangi tingkat rawat inap kasus DBD dan mengurangi jumlah kasus DBD.
Vaksin dengue berasal dari virus dengue yang dilemahkan dan akan mengaktifkan sistem imun untuk mencegah infeksi dengue. Dari penelitian didapatkan, tubuh akan mempunyai memori antibodi spesifik terhadap virus dengue dan akan punya perlindungan terhadap kebocoran vaskular yang bisa menyebabkan syok dan kematian.
Jadi untuk melindungi buah hati kita dari bahaya demam berdarah, segera vaksin DBD sesuai usia yang telah direkomendasikan. Harapannya pemberian vaksin DBD akan menurunkan angka kejadian DBD di Indonesia kelak.
MedicElle Clinic merupakan klinik kesehatan wanita pertama dan satu-satunya di Jawa Timur dengan semua tenaga medisnya wanita.
MedicElle Clinic melayani medical check up, dokter spesialis bedah dan payudara, dokter spesialis kandungan, dokter spesialis penyakit dalam konsultan hematologi onkologi medik (kanker dan kelainan darah), dokter spesialis anak, dokter gigi umum dan spesialis konservasi gigi, dokter spesialis kulit dan kelamin, dokter spesialis rehabilitasi medik serta dokter umum.
MedicElle Clinic juga melayani pemeriksaan Laboratoriun, Radiologi (Rontgen, USG dan Mammografi) serta terdapat layanan Farmasi dan One Day Care (Pembedahan dan Kemoterapi). Melibatkan dokter ahli dan pengalaman dengan teknologi modern dan berkualitas bagi pasien.
Narasumber :
dr. Lini Delina, Sp.A
Dokter Spesialis Anak
MedicElle Clinic Surabaya

Our Specialist

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp Icon