Ada empat jenis kanker darah berdasarkan asal sel kankernya. Masing-masing dari keempat jenis kanker darah ini memiliki gejala yang berbeda. Yuk, pelajari lebih dalam mengenai jenis, gejala, dan penyebab kanker darah.

Kanker darah terjadi ketika sel darah tumbuh secara tidak normal dan tidak terkendali. Hingga akhirnya, sel tersebut tidak bisa berfungsi dengan normal dan akan mengganggu proses produksi dari sel darah yang lain.

Sel darah sendiri dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu sel darah merah yang berperan membawa oksigen, trombosit yang berperan dalam pembekuan darah, dan sel darah putih yang berperan melawan infeksi.

Ada beberapa jenis kanker darah yang dinamai dari asal sel kanker. Namun secara umum, kanker darah terbagi menjadi tiga jenis, yaitu:

Leukemia

Leukemia merupakan salah satu jenis kanker darah yang berasal dari sel darah putih. Pada jenis kanker darah ini, sel darah putih yang belum matang akan dengan cepat membelah, namun tidak dapat berkembang menjadi sel dewasa.

Sel darah yang tidak berkembang sempurna ini akan terus membelah diri hingga jumlahnya semakin banyak di sumsum tulang. Akibatnya, peran sumsum tulang dalam memproduksi sel darah normal terganggu.

Klasifikasi Leukemia

Berdasarkan perjalanan penyakitnya, leukemia terbagi menjadi dua jenis, yaitu leukemia akut yang berkembang sangat cepat, dan leukemia kronis yang berkembang perlahan dan gejalanya membutuhkan waktu beberapa tahun untuk bermanifestasi.

Selain perkembangan penyakitnya, leukimia juga dapat diklasifikasikan menurut jenis sel yang terkena, yaitu:

  • Leukemia limfoblastik akut (ALL)
  • Leukemia myeloid akut (AML)
  • Leukemia limfositik kronis (CLL)
  • Leukemia myeloid kronis (CML)

Faktor Risiko Leukemia

Beberapa faktor diduga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena leukemia. Faktor-faktor tersebut, meliputi:

  • Umur tambah
  • Jenis kelamin laki-laki
  • Pengobatan kanker sebelumnya
  • Paparan radiasi
  • Paparan bahan kimia
  • Kebiasaan merokok
  • Penyakit genetik
  • Kelainan darah
  • Riwayat dari keluarga

Gejala Leukemia

Tanda dan gejala leukemia dapat meliputi:

  • Anemia, dengan tanda kelelahan, pusing, kulit pucat atau sesak napas
  • Gangguan pembekuan darah, ditandai dengan mudah memar, mudah mengeluarkan darah (biasanya dari gusi), pendarahan menstruasi yang banyak, dan tinja berwarna hitam atau berdarah
  • Kerentanan terhadap infeksi, demam atau keringat malam.
  • Pembesaran limpa dan hati
  • Pembesaran kelenjar getah bening
  • Turunnya berat badan yang tidak dapat dijelaskan

Beberapa tanda dan gejala kanker darah tidak selalu muncul pada penderita leukemia. Oleh karena itu, untuk menegakkan diagnosis yang akurat, diperlukan pemeriksaan fisik oleh dokter disertai pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan darah lengkap dan aspirasi sumsum tulang.

Proses Kemoterapi
Source : https://www.freepik.com/

Limfoma

Limfoma merupakan salah satu jenis kanker darah di mana ia akan menyerang sistem limfatik pada tubuh. Sistem limfatik terdiri dari kelenjar getah bening, limfa, kelenjar timus, amandel serta sumsum tulang. Sistem limfatik akan bekerja dengan mengangkut cairan getah bening berupa sel darah putih (limfosit). Sistem limfatik memiliki peran sebagai benteng pertahanan tubuh, terutama dalam melawan infeksi.

Klasifikasi Limfoma

Limfoma terdiri dari beberapa jenis dan dengan gejala serta pengobatan yang berbeda-beda, sesuai dengan kondisi penderita. Namun secara umum, limfoma terbagi menjadi dua jenis yaitu limfoma Hodgkin dan limfoma non Hodgkin.

Faktor Risiko Limfoma

Beberapa faktor diduga dapat meningkatkan resiko seseorang terkena Limfoma. Faktor-faktor tersebut, yaitu:

  • Usia
  • Pernah terpapar virus Epstein-Barr atau EBV
  • Jenis kelamin
  • Faktor keturunan
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • Paparan bahan kimia beracun
  • Obesitas

Gejala Limfoma

Gejala limfoma terkadang tidak khas, namun ada beberapa kondisi yang diduga merupakan gejala limfoma, yaitu:

  • Pembengkakan kelenjar getah bening yang tidak nyeri, terutama di leher, ketiak, atau selangkangan
  • Demam
  • Cepat lelah dan seringkali lemah.
  • Sulit bernapas
  • Gatal gatal
  • Keringat dingin di malam hari
  • Penurunan berat badan

Mieloma Multiple

Mieloma merupakan jenis kanker darah yang berasal dari sel plasma sumsum tulang. Sel plasma berperan dalam pembuatan protein yang disebut antibodi (imunoglobulin) untuk melawan infeksi. Pada penderita myeloma, sel plasma yang terkena kanker akan membuat antibodi yang tidak normal. Antibodi ini tidak dapat melawan infeksi secara memadai dan bahkan dapat menyebabkan komplikasi.

Sel mieloma dapat menyebar dari sumsum tulang ke bagian tulang yang paling keras sehingga menyebabkan kerusakan pada jaringan tulang. Mieloma dapat mempengaruhi berbagai macam tulang, oleh karena itu sering disebut sebagai myeloma multiple.

Klasifikasi Mieloma Multiple

Klasifikasi myeloma multiple dibedakan berdasarkan derajat (staging). Semakin tinggi derajat myeloma multiple maka akan semakin mempengaruhi harapan hidup pasien. Staging dari myeloma multiple dibedakan menjadi derajat I, II, dan III.

Faktor Risiko Mieloma Multiple

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko seseorang terkena multiple myeloma, di antaranya:

  • Jenis kelamin laki-laki
  • Usia di atas 65 tahun
  • Memiliki riwayat keluarga multiple myeloma atau MGUS
  • Kelebihan berat badan atau obesitas.
  • Pernah terpapar radiasi, misalnya dari radioterapi
  • Memiliki riwayat paparan atau kontak dengan bahan kimia, misalnya pada pekerja minyak

Gejala Mieloma Multiple

Tanda dan gejala mieloma pada tahap awal cenderung tidak kentara. Namun, kanker darah jenis ini pada akhirnya dapat menunjukkan beberapa gejala, antara lain:

  • Sakit tulang
  • Tulang mudah patah
  • Kesemutan
  • Lemah dan pucat karena kekurangan darah
  • Mudah memar dan gusi berdarah
  • Kerentanan terhadap infeksi
  • Gangguan ginjal
  • Meningkatnya kadar kalsium darah akibat rusaknya sel tulang.
Diskusi dengan Dokter
Source : https://www.freepik.com/

Sindrom Myelodysplastic (MDS)

Sindrom myelodysplastic adalah sekelompok penyakit yang disebabkan oleh kerusakan sel darah. Kondisi ini terjadi ketika sel darah yang dibuat oleh sumsum tulang tidak terbentuk dengan baik. Sel-sel abnormal ini tidak berkembang sempurna dan akan mati saat masih berada di sumsum tulang atau saat memasuki aliran darah.

Seiring dengan berjalannya waktu, jumlah sel darah yang tidak normal akan meningkat dan melebihi jumlah sel darah seharusnya atau normal. Hal inilah yang kemudian menyebabkan munculnya gejala sindrom myelodysplastic.

Klasifikasi Sindrom Myelodysplastic (MDS)

Sindrom mielodisplasia terbagi dalam beberapa jenis, yaitu:

  • Sindrom mielodisplasia dengan unilineage dysplasia
  • Sindrom mielodisplasia dengan ring sideroblasts
  • Sindrom mielodisplasia terkait dengan isolated del chromosome abnormality
  • Sindrom mielodisplasia dengan excess blasts (tipe 1 dan 2)

Faktor Risiko Sindrom Myelodysplastic (MDS)

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi peningkatan terjadinya sindrom mielodisplastik antara lain:

  • Ada anggota keluarga yang menderita atau memiliki riwayat kanker darah
  • Sering terpapar zat beracun, seperti pupuk, limbah kimia dari pabrik, asap atau produk pembersih.
  • Terinfeksi beberapa virus, seperti HIV, hepatitis atau herpes
  • Anda telah menjalani pengobatan kemoterapi dan radioterapi
  • Sering terpapar radiasi atau zat radioaktif

Gejala Myelodysplastic (MDS)

Pada tahap awal, sindrom myelodysplastic jarang muncul dengan tanda atau gejala apa pun. Namun, seiring perkembangan penyakit, pasien mungkin mengalami gejala seperti:

  • Membuat Anda pusing
  • Sesak napas
  • Tubuh mudah lelah.
  • Bintik-bintik merah muncul di bawah kulit akibat pendarahan.
  • Kulit pucat, karena kekurangan sel darah merah (anemia)
  • Infeksi yang terjadi secara berulang, karena kekurangan sel darah putih
  • Mudah berdarah dan memar karena rendahnya jumlah trombosit

Seseorang yang menderita sindrom myelodysplastic juga dapat mengalami gejala lain berupa demam, nafsu makan yang menurun, turunnya berat badan, dan nyeri pada tulang.

Usia juga biasanya mempengaruhi jenis kanker darah yang Anda derita. Leukemia tipe ALL kebanyakan menyerang anak-anak usia 3 sampai 5 tahun. Sementara itu, limfoma tipe AML, myeloma, dan leukemia terutama menyerang orang dewasa dan lansia.

Treatmen Kemoterapi
Source : https://www.freepik.com/

Obat Kanker Darah

Setelah didiagnosis, pengobatan kanker darah akan diberikan berdasarkan jenis kanker darah yang diderita, serta usia dan kesehatan penderita. Pengobatan dapat berupa kemoterapi, terapi radiasi, dan obat-obatan untuk membunuh sel kanker.

Ahli onkologi menyarankan pembedahan di beberapa kasus, seperti transplantasi sumsum tulang atau pengangkatan limpa. Tingkat keberhasilan pengobatan kanker darah bervariasi. Namun, semakin cepat kanker didiagnosis dan diobati, semakin besar kemungkinannya untuk disembuhkan.

Apakah Anda sedang Mencari Klinik Spesialis Penyakit Dalam dan Hematologi Onkologi ?

Dalam menghadapi gejala-gejala kesehatan yang mungkin Anda alami, langkah pertama yang bijak adalah berkonsultasi dengan dokter terpercaya. Salah satu pilihan yang sangat direkomendasikan adalah MedicElle Clinic. Dengan dokter spesialis penyakit dalam yang berkompeten dan berpengalaman, MedicElle Clinic siap memberikan layanan terbaik untuk permasalahan penyakit dalam Anda. Fokusnya tidak hanya pada penyakit umum, tetapi juga meliputi penyakit hematologi, kanker darah, serta penyakit onkologi. Ini adalah jaminan bahwa Anda akan mendapatkan perawatan kesehatan terbaik di tangan ahli yang peduli dan berkomitmen. Jika Anda mencari dokter terbaik untuk menjaga kesehatan Anda, tidak ada pilihan yang lebih baik dari MedicElle Clinic.

Apakah Anda sedang mencari klinik spesialis Penyakit Dalam dan Hematologi Onkologi di Surabaya? Segera konsultasikan keluhan Anda dengan dokter spesialis kami. Hubungi kami melalui:

Our Location : Jalan Raya Gubeng no. 11 Surabaya, 60281
Email : info@medicelle.co.id
Whatsapp : 08990118008
Office : +62 31 3000 9009
Customer Service : +62 31 3000 8008

Our Specialist

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp Icon