Biopsi Mammae

Biopsi Mammae - Deteksi Gangguan Payudara

Biopsi Mammae adalah prosedur pengambilan sample dari organ payudara. Dalam hal ini lebih akurat dalam menentukan keganasan tumor. 

Sample kemudian diujikan dalam lab untuk mendapatkan hasil lab yang lengkap. Tindakan biopsi juga dilakukan pada prosedur deteksi kelainan sel dalam kasus lainnya.

 

Biopsi Payudara Mengapa diperlukan

Bila ditemukan gejala atau tanda berikut ini, dokter perlu melakukan biopsi payudara untuk memastikan ada tidaknya kanker payudara:

  • Munculnya benjolan pada payudara.
  • Kulit payudara terlihat seperti kulit jeruk atau terdapat lesung di sekitar puting (dimpling).
  • Kulit payudara menebal atau bersisik.
  • Keluarnya cairan dari puting di luar masa menyusui.
  • Muncul ruam pada payudara.
  • Payudara terasa sakit.
  • Pembuluh darah pada payudara membesar.
  • Bentuk puting berubah, misalnya puting masuk ke dalam.
  • Adanya perubahan ukuran, bentuk, atau berat payudara.
  • Kelenjar getah bening pada ketiak membesar.

Operasi Tumor Payudara

dokter bedah perempuan dr sahar bawazeer

dr. Sahar Bawazeer, Sp.B

Poliklinik Spesialis Bedah Umum
Seorang dokter bedah yang memiliki concern terhadap penyakit pada payudara dan telah menjalani berbagai pelatihan dan training bersekala international

Gejala, Deteksi, Penangan Operasi Tumor Payudara

operasi tumor payudara
Ilustrasi anatomi payudara

Perlu dipahami bahwa tidak semua benjolan pada payudara itu berbahaya. Prosentase terbesar dari benjolan yang berada dipayudara adalah tumor Jinak.

Namun sebagai orang awam perlu pembekalan terkai membedakannya. Lebih detail jika anda berkonsultasi terhadap dokter spesialis dalam bidang ini.

Beberapa Hal Point penting yang ingin kami sampaikan.

Ciri – Ciri Benjolan Tumor Payudara Jinak

  • Batasan benjolan yang jelas dengan jaringan sekitarnya, Jika anda meraba maka akan terasa perbedaaan yang jelas antara benjolan dengan lemak dan jaringan lain di payudara.
  • Teraba Kenyal dan Lunak : Benjolan yang disebabkan karena tumor jinak memiliki konsistensi lunak dan kenyal. Berbeda dengan tumor ganas konsistensinya keras dan padat
  • Mudah digeser / digerakkan : Benjolan yang disebabkan karena tumor jinak biasanya bisa digeser dan digerakkan. Sedagkan untuk tumor Ganas selain konsistens keras juga tidak bisa gerakkan, Seperti menyatu dengan jaringan sekitarnya

Jenis – Jenis dan Penyebab Tumor Payudara Jinak : 

  1. Fibroadenoma
  2. Fibrokistik
  3. Kista Payudara

Operasi FAM Surabaya

dokter bedah perempuan dr sahar bawazeer

dr. Sahar Bawazeer, Sp.B

Spesialis Bedah Umum dan Payudara

Operasi FAM | Gejala, Penyebab dan Pengobatan

Beberapa rangkuman singkat Fibroadenoma sebagai berikut :

  • FAM adalah Istilah dari Fibroadenoma / Fibroadenoma Mammae.
  • Termasuk dalam Tumor Jinak yang umumnya terjadi pada payudara
  • Berbentuk bulat dengan batas yang tegas.
  • Konsistensi Kenyal dengan permukaan halus
  • Ukuran dapat membesar saat masa kehamilan
  • Umur yang sering mengalami antar 15-35 tahun

Penyebab Fibroadenoma ( FAM )

Pencegahan lebih baik dengan mengetahui penyebabnya, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan dan konsultasi rutin dengan dokter bedah surabaya

Saat ini FAM sering dikaitkan dengan faktor hormonal reproduksi. Namun demikian penyebab belum diketahui secara pasti. Sebagian pendapat menyatakan bahwa FAM muncul karena respon abnormal tubuh perempuan terhadap hormon estrogen.

Selain fibroadenoma yang umum terjadi, ada juga beberapa jenis fibroadenoma antar lain:

  • Fibroadenoma kompleks. Pada jenis ini terjadi pertumbuhan sel yang cepat. Fibroadenoma kompleks didiagnosis menurut analisa jaringan dengan mikroskop (biopsi).
  • Fibroadenoma juvenile. Jenis ini merupakan fibroadenoma yang paling banyak diderita oleh wanita berusia 10-18 tahun. Fibroadenoma juvenile dapat membesar, namun seiring waktu akan menyusut bahkan menghilang.
  • Fibroadenoma besar. Jenis ini dapat membesar hingga berukuran 5 centimeter dan harus diangkat karena dapat menekan jaringan payudara sekitarnya.
  • Tumor phyllodes. Jenis ini biasanya bersifat jinak, namun dapat juga berubah menjadi ganas. Dokter akan menyarankan tumor ini untuk diangkat.

Bagaimana Diagnosa dalam menetukannya FAM?

Ada 3 cara yang umunya dilakukan untuk mendeteksi / diagnosa sebagaiamana yang dilakukan pada klinik medicelle yaitu :

  • Mammografi. Akan lebih efektif untuk pasien dengan umur 40 tahun ke atas. Dengan mammografi Dokter akan menganalisis gambar fibroadenoma pada jaringan payudara pasien yang diambil dengan menggunakan sinar-X. 
  • USG payudara. Disarkan untuk pasien dengan umur dibawah 40 tahun. Karena kondisi struktur jaringan yang masih padat, sehingga hasil sinar X pada mammografi lebih sulit di analisis.
  • Biopsi. Jika benjolan tidak bisa didiagnosis pasti dengan mammografi dan USG, maka dokter akan menyarankan pemeriksaan biopsi payudara. Dokter akan mengambil sampel jaringan dari dalam benjolan untuk dianalisa di laboratorium.

Dokter Kandungan Perempuan di Surabaya

Dokter Kandungan Wanita - Medicelle

Sahabat Medicelle,

Dalam menjalankan profesi memang setiap dokter akan memberikan tindakan terbaik. Namun bagi sebagian pasien ada perasaan lain khususnya perempuan. Ingin ditangani oleh dokter perempuan. 

Oleh karena itu medicelle berkomitmen memberikan layanan pada Ibu Hamil, dengan memberikan dokter perempuan untuk memberikan tindakan dan layanan.

Tidak sebatas itu semua pegawai medis dan perawat juga perempuan. Sehingga berupaya untuk menjaga privasi kaum wanita.

Bagaimana Cara Reservasi Dokter Kandungan Perempuan di Medicelle

Resevasi bisa dilakukan melalui chat WA pada tombol disebelah kiri. Kemudian kami juag menyediakan line telp sehingga anda bisa lebih detail dalam mendapatkan informasi. Hubungi kami jika masih ada yang kurang dipahami. 

Biaya Mammografi di Surabaya

biaya mammografi di surabaya

Mammografi Apakah perlu dilakukan?

Sahabat medicelle, sebelum kami memberikan detail pembiayaan terkait Mammografi, maka sahabat perlu memahami urgensi dari tindakan ini.

Pada umumnya kanker lebih mudah ditangani jika masih stadium awal, Maka sebisa mungkin bisa terdeteksi sejak dini.

Keberhasilan pengobatan juga tinggi jika ditemukan sejak dini.

Namun yang menjadi kesulitan kita adalah tidak ada gejala yang timbul untuk kanker stadium dini.

Terus Kita cara kita tau dari mana? arly detection screening inilah jawabanya.

Cara pendeteksian dini kanker payudara ini bisa dengan mammografi dan atau USG payudara. Hal ini tergantung usia, kekenyalan payudara, dan faktor resiko. Untuk mengetahui cara terbaik adalah dengan mengkonsultasikan diri ke dokter.

Oleh karena itu, menjelang launching alat mammografi kami yang datang dengan tehnologi terbaru (3D), kami mengadakan paket promo selama bulan Juli dan Agustus 2019 ini.

Paket berupa konsultasi dengan dokter bedah umum dan payudara kami, dr. Sahar Bawazeer, Sp.B, dan pemeriksaan payudara dengan mammografi tehnologi terbaru dan atau USG payudara.

Segera hubungi 031-30008008 atau 08990118008 untuk informasi lebih lanjut dan reservasi.

Biaya Promo Skrining Payudara dengan Mammografi di Surabaya

  1. Mammografi dan Konsultasi Rp 900.000,-
  2. USG Payudara & Konsultasi Rp 800.000,-
  3. Mammografi + USG + Konsultasi Rp 1360.000,-

Demikian Biaya Mammografi di Surabaya

 

Pengobatan Benjolan Payudara

Benjolan Payudara dapat di prediksi berbagai macam dan sebabnya. Salah satu yang Kanker payudara adalah kanker terbanyak yang diidap oleh perempuan di Indonesia1 dari 2500 wanita di Indonesia mengidap kanker payudara. Pengobatan kanker payudara ini sebenarnya bisa sangat efektif bila diketahui sejak dini, namun lebih dari 80% kasus ditemukan berada pada stadium yang lanjut, dimana upaya pengobatan kanker payudara sudah sulit dilakukan. Oleh karena itu perlu pemahaman tentang apa itu kanker payudara itu, faktor resiko untuk mendukung upaya pencegahan, screening dan deteksi dini, serta upaya mendapatkan pengobatan kanker payudara yang dini, efektif dan menyeluruh.

 

Apakah kanker Payudara itu?

pengobatan benjolan payudara atau yang biasa di sebut pengobatan kanker payudara
Ilustrasi dan anatomi payudara

Kanker payudara adalah terbentuknya saat sel-sel di dalam payudara tumbuh tidak normal dan tidak terkendali. Sel tersebut umumnya membentuk tumor yang terasa seperti benjolan.  Kanker Payudara bisa terbentuk di kelenjar yang menghasilkan susu (lobulus), atau di saluran (duktus) yang membawa air susu dari kelenjar ke puting payudara. Kanker juga bisa terbentuk di jaringan lemak atau jaringan ikat di dalam payudara.

 

 

 

Faktor Risiko Pengobatan Benjolan Payudara

Pencegahan terjadinya kanker payudara dapat dilakukan dengan mengetahui apa saja factor resiko terhadap kejadian kanker itu sendiri. Dengan mengubah atau tidak melakukan factor resiko diharapkan dapat mengurangi kejadian kanker payudara. Faktor risiko terjadinya kanker payudara ada yang dapat kita ubah dan ada yang tidak dapat kita ubah.

Faktor resiko yang dapat kita ubah seperti :

  • Usia

Resiko terjadinya kanker payudara meningkat dengan bertambahnya usia. Kebanyakan pasien terdiagnosa kanker payudara di usia > 50 tahun.

  • Mutasi Genetik.

Perubahan terhadap gen tertentu, seperti BRCA1 dan BRCA2. Wanita yang telah mewarisi perubahan genetik ini memiliki resiko yang lebih tinggi mengidap kanker payudara dan kanker ovarium.

  • Riwayat Reproduksi.

Periode terjadinya menstruasi yang terlalu dini yaitu sebelum usia 12 tahun, dan mulainya menopause usia > 55 tahun, menyebabkan wanita lebih lama terpapar hormone lebih lama sehingga meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara.

  • Memiliki payudara dengan densitas tinggi.

Payudara dengan densitas yang tinggi memiliki lebih banyak jaringan ikat dibandingkan jaringan lemak sehingga kadang akan sulit melihat adanya tumor pada pemeriksaan mammografi. Wanita dengan payudara yang padat lebih mungkin terkena kanker payudara.

  • Riwayat terkena kanker payudara sebelumnya atau terkena tumor payudara lain selain kanker.

Wanita dengan riwayat kanker payudara sebelumnya lebih mungkin akan mengalami kanker payudara berulang. Beberapa penyakit payudara non kanker seperti atypical hyperplasia atau lobular carcinoma in situ dapat meningkatkan resiko kejadian kanker payudara.

  • Riwayat keluarga dekat dengan kanker payudara.

Wanita dapat beresiko tinggi mengalami kanker payudara bila memiliki ibu, saudara perempuan, anak atau anggota keluarga tingkat pertama dari ibu atau ayah yang memiliki riwayat kanker payudara.

  • Pernah menerima terapi radiasi.

Wanita dengan riwayat terapi radiasi pada dada atau payudara (seperti terapi pada lymphoma Hodgkin) sebelum usia 30 tahun, memiliki resiko tinggi terkena kanker payudara.

  • Riwayat penggunaan terapi hormonal.

Wanita dengan riwayat terapi hormonal dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara, karena lamanya paparan terhadap hormone, walaupun belum ada penelitian yang mendukung teori ini.

 

Sedangkan faktor resiko yang dapat diubah meliputi :

  • Kurang Berolahraga.

Wanita yang kurang berolahraga atau kurang aktif secara fisik, mempunyai factor resiko tinggi terkena kanker payudara.

  • Obesitas

Wanita usia lanjut yang memiliki kelebihan berat badan atau obesitas mempunyai resiko tinggi terkena kanker payudara dibanding wanita dengan berat badan normal.

  • Terapi Hormonal.

Beberapa terapi pengganti hormonal (estrogen dan progesterone) yang diterima saat menopause dapat meningkatkan resiko kanker payudara ketika dilakukan lebih dari 5 tahun. Termasuk kontrasepsi oral (pil KB) juga telat diteliti dapat meningkatkan resiko kejadian kanker payudara.

  • Riwayat Reproduksi.

Hamil pertama kali di usia > 30 tahun, tidak pernah menyusui, dan tidak pernah hamil memiliki resiko tinggi terkena kanker payudara.

  • Konsumsi Alkohol.

Penelitian membuktikan bahwa wanita yang memiliki resiko mengalami kanker payudara meningkat seiring dengan banyaknya alcohol yang ia konsumsi.

 

Screening atau Deteksi Dini Pengobatan Benjolan Payudara

Skrining kanker payudara adalah pemeriksaan atau usaha untuk menemukan abnormalitas yang mengarah pada kanker payudara pada seseorang atau kelompok orang yang tidak pernah mempunyai keluhan.

Beberapa screening payudara yang dapat dilakukan adalah :

  1. Periksa Payudara Sendiri (SADARI)

Dapat dilakukan rutin secara mandiri, setiap bulan, setelah periode menstruasi.

       2. Periksa Payudara Klinis (SADANIS)

Pemeriksaan yang dilakukan oleh tenaga ahli kesehatan.

       3. Mammografi skrining atau USG payudara

Dapat dilakukan di layanan kesehatan yang menyediakan layanan kesehatan tersebut.

 

Gejala Kanker Payudara

Kanker payudara seringkali sulit terdeteksi di tahap awal karena ukurannya yang kecil. Benjolan baru dapat teraba jika ukurannya cukup besar. Meski demikian, tidak semua benjolan di payudara berarti kanker. Berikut adalah gejala yang dapat ditemui pada penderita kanker payudara:

  1. Benjolan di payudara
  2. Benjolan membesar dengan waktu yang relative cepat
  3. Nipple discharge (keluarnya cairan melalui puting susu baik cairan kekuningan ataupun berupa darah saat sedang tidak menyusui)
  4. Retraksi puting susu (puting tampak tertarik kedalam payudara)
  5. Adanya luka pada payudara yang tidak cepat sembuh
  6. Kelainan kulit pada payudara berupa perubahan bentuk dan warna kulit payudara
  7. Ditemukannya benjolan pada ketiak