Jika Anda adalah pasien diabetes, ada baiknya Anda mulai memperhatikan kadar kolesterol dalam tubuh. Faktanya, kadar gula penderita diabetes berkaitan erat dengan tinggi rendahnya level  kolesterol Anda. Kok bisa?

Pada tubuh penderita diabetes, mereka mengalami kondisi di mana kadar insulin yang dibutuhkan tubuh tidak terpenuhi. Kurangnya kadar insulin membuat tubuh penderita diabetes tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Gula yang masuk ke dalam tubuh tidak terserap dengan baik oleh sel-sel tubuh dan banyak menumpuk di dalam darah. Di mana selanjutnya, kadar gula yang terlalu tinggi pada pasien diabetes meningkatkan level kolesterol Jahat. Sebaliknya, kadar kolesterol baik justru menurun.

Pada dasarnya, tubuh membutuhkan kolesterol. Kolesterol adalah lemak yang diproduksi secara alami oleh organ hati, atau bisa didapat dari konsumsi makanan seperti daging dan susu. Kolesterol berfungsi untuk membantu pembentukan sel-sel baru, memproduksi hormon tertentu, sekaligus menghasilkan vitamin D yang dibutuhkan oleh tubuh.

Kolesterol tidak bisa larut dalam darah. Oleh karenanya, hati memproduksi zat yang bernama lipoprotein yang gunanya untuk menyalurkan kolesterol ke seluruh tubuh.

Lipoprotein sendiri terdiri dari 2 macam, yakni :

* Low-Density Lipoprotein (LDL) atau yang biasa disebut dengan kolesterol jahat. LDL berfungsi menyebarkan kolesterol ke seluruh tubuh melalui pembuluh arteri. 

*High-Density Lipoprotein (HDL), bertugas mengembalikan kolesterol berlebih kembali ke hati untuk dikeluarkan dari tubuh. Jenis kolesterol ini dikenal dengan istilah kolesterol baik.

Secara teknis, kita membutuhkan lebih banyak HDL ketimbang LDL di dalam tubuh.  Mengapa? Jika jumlahnya terlalu tinggi, LDL bisa menumpuk di dinding arteri dan membentuk plak, sehingga membuat diameter arteri menyempit.

Tingginya kadar gula pada penderita diabetes, memicu naiknya level kolesterol jahat dan menurunkan kadar kolesterol baik, yang bila dibiarkan akan menyebabkan aterosklerosis. Yakni kondisi di mana aliran darah tersumbat karena penyempitan diameter dan penebalan dinding arteri, yang membuat penderita diabetes lebih rentan terserang stroke dan penyakit jantung.

Kolesterol dan diabetes memiliki potensi untuk saling memperberat komplikasi satu sama lain. Namun, dengan mengatur pola makan yang baik, kolesterol yang tinggi dapat diatasi sehingga penderita diabetes juga bisa berhati-hati.

Menjaga Kadar Gula Dalam Tubuh

Glukosa yang menumpuk di dalam darah bisa menimbulkan berbagai ganguan pada organ tubuh, yang bila tidak ditangani akan menimbulkan komplikasi yang dapat membahayakan nyawa penderitanya. Perlu diingat bila diabetes meningkatkan level kolesterol jahat. Oleh karena itu, penting bagi penderita diabetes untuk selalu menjaga stabilitas kadar gula dalam tubuh.

Beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kadar gula dalam tubuh, diataranya :

  • Menjaga berat badan ideal
  • Mengatur frekuensi dan pola makan mejadi lebih sehat, dengan mengonsumi makanan tinggi serat.
  • Rutin berolahraga. Lakukan setidaknya 30 menit setiap hari, selama 4 hari dalam seminggu.
  • Hindari konsumsi rokok dan alkohol.
  • Serta lakukan pengecekan rutin gula darah, tekanan darah, kolesterol, dan trigliserida secara berkala.

Selain itu, Anda juga dapat mengatur kadar kolesterol dalam tubuh dengan cara :

  • Memilih produk yang rendah lemak.
  • Usahakan untuk menghindari atau mengurangi konsumsi margarin, santan, dan coklat.
  • Konsumsi lebih banyak sayur dan buah untuk membantu melarutkan kolesterol.
  • Makan makanan yang mengandung omega 3, seperi ikan laut, oats, kacang merah, atau kacang kedelai.

Jika diperlukan, Anda juga bisa melakukan konsultasi dengan dokter mengenai kemungkinan perlunya konsumsi obat penurun kolesterol, atau juga untuk pengobatan diabetes.

Di medicElle Clinic, kami memiliki dua dokter spesialis penyakit dalam, yakni, dr. Een Hendarsih, Sp.PD-KHOM dan dr. Merlyna Savitri, Sp.PD, yang siap membantu menangani penyakit yang Anda derita.

Klik disini untuk kirimkan pertanyaan dan berkonsultasi langsung dengan dokter kami.

Ditinjau oleh : dr. Lia Amalia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *