SURYA.co.id | SURABAYA –

Kanker payudara adalah kanker yang menyerang payudara dan memerlukan pengobatan secara berkelanjutan.

Sayangnya, saat ini sebagian pasien kanker payudara merasa takut menjalani pengobatan karena pandemi covid-19.

Tidak perlu khawatir, pasien tetap bisa menjalani pengobatan secara aman dengan protokol pencegahan covid-19.

“Kita bisa menghindari covid-19, tapi tidak bisa menghindari kanker,” ungkap dokter spesialis bedah umum sekaligus president director MedicElle Clinic, dr Sahar Bawazeer SpB kepada Surya.

Beberapa pasien kanker payudara memang masih ragu melakukan tindakan, baik pembedahan atau kemoterapi dengan alasan covid-19.

“Virus (corona) merupakan benda asing dari luar yang bisa dihindari. Kita sudah tahu bagaimana mencegahnya. Sedangkan kanker berada di dalam tubuh dan sampai sekarang tidak ada yang tahu penyebabnya,” dr Sahar mengatakan.

Memang ada kemungkinan tertular covid-19, misalnya, saat perjalanan melakukan pengobatan. Tapi, setidaknya semua bisa dihindari dengan protokol kesehatan.

“Di sini, pelayanan kami sangat memperhatikan protokol untuk meminimalisir penularan covid-19,” tambahnya.

Memang, ada perbedaan pelaksanaan pengobatan sebelum dan saat pandemi covid-19.

“Saat awal pandemi, memang ada protokol yang sudah ditetapkan dunia untuk perubahan penengahan breast cancer. Namun berjalan tujuh bulanan, tidak semua protokol penanganan breast cancer dalam pandemi dilakukan,” ujar dr Sahar.

Seperti, jika dulu pemeriksaan awal bisa ditunda, sekarang sudah tidak. Sebab jika lebih dari tiga bulan, stadium akan berubah.

“Mungkin awalnya berukuran kecil. Tapi, setelah itu akan beranak pinak berkembang lebih besar dan menyebar,” katanya.

Saat ini pun, pasien bisa mendapatkan terapi awal. Berbeda dengan dulu di mana rumah sakit sangat memprioritaskan pasien covid-19.

“Pasien sudah bisa melakukan kemoterapi. Jika urgent, bisa langsung dilakukan operasi. Penundaan kemoterapi ini maksimal satu bulan,” dr Sahar menerangkan.

Sedangkan untuk rekonstruksi payudara, saat ini belum bisa dilakukan. Hal ini karena membutuhkan waktu menginap lebih lama.

“Untuk mencegah pasien terpapar covid-19, diusahakan pengobatan di rumah sakit tidak terlalu lama. Setelah itu, perawatan dapat dilakukan dengan telemedical dan kontrol di klinik,” jelasnya.

Skrining untuk pasien tidak beresiko tinggi juga sebaiknya ditunda dulu. Namun, untuk yang high risk, bisa melakukannya.

“Jadi kami memang tidak mempromote skrining. Tapi kalau yang risiko tinggi, apalagi sudah lebih dari enam bulan belum skrining, kami sarankan untuk melakukannya,” tandasnya.

dr Sahar pun menekankan agar pasien kanker payudara tidak takut untuk menjalani pengobatan saat pandemi.

“Seperti yang saya katakan tadi bahwa kita bisa menghindari covid tapi tidak bisa menghindari cancer,” pungkasnya

“Pasien sudah bisa melakukan kemoterapi. Jika urgent, bisa langsung dilakukan operasi. Penundaan kemoterapi ini maksimal satu bulan,” dr Sahar menerangkan.

Sedangkan untuk rekonstruksi payudara, saat ini belum bisa dilakukan. Hal ini karena membutuhkan waktu menginap lebih lama.

“Untuk mencegah pasien terpapar covid-19, diusahakan pengobatan di rumah sakit tidak terlalu lama. Setelah itu, perawatan dapat dilakukan dengan telemedical dan kontrol di klinik,” jelasnya.

Skrining untuk pasien tidak beresiko tinggi juga sebaiknya ditunda dulu. Namun, untuk yang high risk, bisa melakukannya.

“Jadi kami memang tidak mempromote skrining. Tapi kalau yang risiko tinggi, apalagi sudah lebih dari enam bulan belum skrining, kami sarankan untuk melakukannya,” tandasnya.

dr Sahar pun menekankan agar pasien kanker payudara tidak takut untuk menjalani pengobatan saat pandemi.

“Seperti yang saya katakan tadi bahwa kita bisa menghindari covid tapi tidak bisa menghindari cancer,” pungkasnya



Artikel ini telah tayang di Tribunsuryawiki.com dengan judul Jangan Tunda Pengobatan Kanker Payudara Karena Pandemi, https://suryawiki.tribunnews.com/2020/10/14/jangan-tunda-pengobatan-kanker-payudara-karena-pandemi?page=2.

Editor: eben haezer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *