Merasa sudah mempersiapkan diri dengan baik untuk menjalankan ibdah di bulan Ramadan, mulai dari mengatur pola makan saat sahur dan pilihan menu untuk berbuka, tapi kok puasa masih lemas aja. Kenapa ya?

Ada beberapa penyebab yang bisa membuat kita cepat lapar di siang hari, merasa tidak bertenaga, atau malas seharian.  Beberapa diantaranya :

  • Makan Porsi Besar tapi Gizi Tidak Seimbang

Mengkonsumsi makanan dalam jumlah besar saat sahur tidak lantas membuat kita otomatis kenyang lebih lama. Sebaliknya, makan terlalu banyak justru membuat tubuh bekerja lebih keras dalam proses pencernaan dan membuat kita lebih mudah lemas.

Pemilihan menu makanan harus diperhatikan baik-baik agar asupan gizi tubuh tetap terpenuhi. Jangan sampai kita terlalu banyak mengkonsumsi karbohidrat, tapi lupa memenuhi kebutuhan protein, vitamin, dan mineral tubuh.

Anda disarankan untuk menghindari konsumsi karbohidrat olahan seperti tepung, donat, pasta, keripik kentang, dan gula. Pilihlah sumber karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, atau roti gandum yang memberikan efek kenyang lebih lama.

Lengkapi juga kebutuhan vitamin dan mineral tubuh dengan mengkonsumis buah dan sayur. Antioksidan yang tinggi di dalamnya bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh.

  • Minum Kopi dan Teh Saat Sahur

Kandungan kafein dalam kopi yang bersifat diuretik dapat meningkatkan intensitas buang air kecil Anda.

Makin sering buang air kecil, kemungkinan Anda mengalami dehidrasi akan semakin tinggi akibat cairan tubuh yang terbuang bersamaya. Akibatnya, Anda akan lebih mudah haus. Begitu pula jika Anda terlalu banyak mengkonsumsi teh pada saat sahur.

Air putih menjadi pilihan terbaik untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh selama berpuasa. Tidak hanya membantu membuang racun dalam tubuh, mengkonsumsi air putih saat sahur rupanya dapat menghidrasi tubuh secara lebih optimal.

Sebaliknya, jika Anda ingin meminum kopi lakukanlah satu hingga dua jam setelah berbuka. Mengkonsumsi kopi saat perut masih kosong hanya akan melukai dan merusak mukosa lambung.

  • Langsung Tidur Setelah Sahur

Tidak jarang banyak diantara kita yang sering langsung tidur lagi selepas sahur akibat rasa kantuk dan lelah yang tak tertahan. Padahal, secara medis, kebiasaan ini dapat berisiko bagi kesehatan Anda.

Tubuh membutuhkan waktu setidaknya 2 jam untuk mengelola makanan menjadi sari makanan yang prosesnya membutuhkan suplai darah yang tidak sedikit. Sehingga kita dianjurkan untuk melakukan beberapa aktivitas fisik setelah makan dan tak langsung tidur.

Saat tidur, fungsi tubuh hampir seluruhnya dimatikan untuk bersitirahat kecuali kerja otak, jantung, dan paru-paru. Karena itu, langsung tidur setelah sahur akan berakibat pada terhentinya proses pencernaan makanan. Akhirnya, makanan yang kita konsumsi tidak terserap dan tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal energinya.

Jika kebiasaan ini dilakukan terus menerus, ada bahaya kesehatan yang mungkin mengintai Anda di kemudian hari. Seperti peningkatan asam lambung, masalah saluran pencernaan, refluks asam lambung, atau bahkan stroke.

Jadi, yuk sama-sama menurangi kebiasaan buruk selama bulan Ramadan agar kualitas ibadah kita makin baik dan tubuh menjadi sehat.

2 Replies to “Kebiasaan yang Harus Dihindari Saat Berpuasa”

  1. Berarti saya br bisa tdr 2 jam setelah makan sahur?

    1. medicelle 2 years ago

      Sebenarnya tidak selalu harus 2 jam setelahnya, kak. Boleh juga dilakukan selama kurang lebih 30 menit hingga satu setengah jam setelahnya, yang terpenting adalah kita harus memberi jeda dan tidak langsung tidur setelah makan sahur 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *