dr. Puspita Dyah

Dokter Umum​

Defisiensi vitamin D dapat mengakibatkan kelainan tulang dan meningkatkan risiko dari berbagai penyakit kronis seperti Diabetes Melitus tipe 2, gangguan fungsi jantung yang disebabkan hipertensi, obesitas dan gangguan profil lipid, kanker, infeksi dan autoimun.

Penelitian di Australia, pada kelompok wanita berusia 40-43 tahun menunjukkan bahwa dua pertiga wanita mengalami kekurangan vitamin D dan wanita yang kekurangan vitamin D berisiko 1.6 kali untuk menderita hipertensi.

Studi lain menunjukkan bahwa responden yang memiliki tingkat serum vitamin D yang tinggi dapat menurunkan 43% gangguan kardiometabolik. Sebuah studi di Indonesia menunjukkan bahwa prevalensi defisiensi vitamin D sebesar 50% pada wanita berusia 45-55 tahun.

Selain itu, penelitian lain di Jakarta dan Bekasi menunjukkan bahwa 74 subjek wanita berusia 60-75 tahun mengalami defisiensi vitamin D cukup tinggi sebesar 35.1%. Selain itu, hasil penelitian kolaborasi Malaysia dan Indonesia yang dilakukan di Kuala Lumpur dan Jakarta menemukan peserta mempunyai rata-rata konsentrasi serum 25(OH)D sebesar 48 nmol/L sedangkan defisiensi vitamin ini di Indonesia sebesar 63%.

Dari beberapa studi ini dapat disimpulkan bahwa orang yang tinggal di negara tropis khatulistiwa tidak sepenuhnya terjamin status vitamin D mereka.

Defisiensi vitamin ini dapat diatasi dengan meningkatkan sintesis vitamin D melalui eksposur sinar matahari (UVB), mengonsumsi makanan tinggi vitamin D atau makanan difortifikasi vitamin D atau memberikan suplementasi vitamin D.

Paparan sinar matahari pada kulit merupakan cara terbaik untuk sintesis vitamin D dari previtamin D yang terdapat di bawah kulit. Sinar UVB dengan panjang gelombang 290-315 nm yang berasal dari matahari akan diserap oleh kulit dan kemudian akan mengubah 7-dehidrokolesterol di kulit menjadi previtamin D3, yang selanjutnya secara spontan akan dikonversikan menjadi vitamin D3 dan seterusnya akan menjalani metabolisme di hati menjadi 25(OH)D dan di ginjal menjadi 1,25(OH)2D3.

Penelitian lain merekomendasikan untuk memajankan daerah wajah, lengan, dan tangan dengan sinar matahari dua sampai tiga kali seminggu untuk mencapai 1 MED untuk memenuhi kebutuhan vitamin D yang adekuat. Minimal Erythemal Dose adalah dosis terendah pada area kecil kulit dengan panjang gelombang tertentu, yang menimbulkan eritema lambat berwarna merah muda.

Sumber vitamin D3 ditemukan dalam ikan, minyak hati ikan, kuning telur, hati sapi. Vitamin D juga dapat diperoleh dari suplemen vitamin D dan makanan yang difortifikasi dengan vitamin D3, diantaranya produk susu, jus jeruk, formula susu bayi, yoghurt, mentega, margarin, keju, sereal.

Apa Itu Defisiensi Vitamin D?

Defisiensi vitamin D adalah kondisi dimana rendahnya kadar vitamin D dalam tubuh di bawah batas normal.

Apa Akibat Kekurangan Vitamin D ?

1. Mengganggu fungsi tulang dan otot

Akibat dari insufisiensi dan defisiensi vitamin D dapat mengakibatkan penyakit hiperparatiroid sekunder, bone turnover, dan bone loss meningkat, serta meningkatkan resiko fraktur trauma. Pada kadar  ≥ 20 ng/ml, vitamin D diperlukan untuk menormalkan level PTH. Hal ini dapat

2. Memicu Kanker

Konversi local bentuk 25(OH)D menjadi 1,25(OH)₂ D pada sel-sel kolon, payudara, dan prostat dalam sel yang sehat membantu mencegah malignansi. Suplementasi vitamin D menyebabkan kenaikan kadar vitamin D sebesar 4ng/ml berhubungan dengan turunnya resiko kanker kolorektal sebesar 6%.

3. Memicu penyakit Diabetes Melitus tipe 2 dan penyakit kardiovaskuler

Vitamin D memiliki efek inflammatory terhadap system vascular sehingga bertindak sebagai kardioprotektif. Kadar vitamin D 25-OH rendah menyebabkan peningkatan PTH, yang berhubungan dengan resistensi insulin dan meningkatkan beberapa protein fase akut. Kadar vitamin D < 30 ng/ml sangat berkorelasi dengan hipertensi dan meningkatnya gula darah pada tubuh.

4. Menyebabkan penyakit autoimun

Vitamin D merupakan natural immune immunomodulator. Studi epidemiologis, genetic, dan basic science menunjukkan peran potensial vitamin D dalam patogenesis beberapa penyakit sistemik dan autoimun spesifik organ seperti DM tipe 1, Rheumatoid Arthritis (RA), dan Crohn Disease (CD). Level vitamin D 25-OH total yang sangat rendah < 6 ng/ml menjadi ciri khas pasien positif rheumatoid factor pada penderita Rheumatoid Arthritis. Studi di Amerika menunjukkan wanita yang mengkonsumsi minimal 400 IU vitamin D setiap hari menurunkan resiko penyakit multiple sclerosis sebanyak 41 %.

5. Menyebabkan gangguan saraf

Korelasi antara status vitamin D rendah dengan resiko autis ditemukan peneliti. Diet yang difortifikasi vitamin D₃ dapat menurunkan resiko penyakit Alzheimer, depresi serta gangguan neurokognitif. Defisiensi vitamin D berhubungan dengan perubahan prilaku dan neurokimia otak pada uji coba tikus. Resiko depresi lebih kecil pada individu dengan level serum vitamin D 25-OH antara 20-34 ng/ml.

6. Mempengaruhi kehamilan

Dalam studi penelitian didapatkan bahwa wanita hamil dengan vitamin D 25-OH < 20 ng/ml dapat meningkatkan resiko terjadinya preeklampsia, DM gestasional, kelahiran bayi prematur dan BBLR (Bayi Berat Lahir Rendah).

Apa Fungsi Vitamin D ?

Fungsi utama dari vitamin D manusia adalah untuk mempertahankan konsentrasi serum kalsium dengan cara meningkatkan kemampuan usus kecil untuk menyerap kalsium pada makanan, serta meningkatkan penyerapan fosfor, namun konsentrasi fosfor dalam darah tidak diatur oleh vitamin D melainkan tergantung dari ekskresi ginjal (Baghurst, 2005).

Vitamin D juga berfungsi mempertahankan kalsium darah pada tingkat jenuh sehingga dapat disimpan dalam tulang sebagai kalsium hidroksiapatit.

Apa penyebab defisiensi vitamin D

Faktor penyebab defisiensi vitamin D yaitu kurangnya paparan sinar matahari (UVB) dan rendahnya asupan vitamin D. Paparan sinar matahari yang kurang disebabkan oleh kurangnya aktivitas di luar ruangan atau bekerja di dalam ruangan dalam jangka waktu yang panjang, gaya hidup yang cenderung menghindari sinar matahari, penggunaan bahan pakaian yang sulit menyerap sinar matahari atau kebiasaan berpakaian panjang, penggunaan pelindung tubuh seperti topi, payung, sunscreen/sunblock.

Selain itu, rendahnya asupan makanan yang mengandung banyak vitamin D seperti ikan berlemak, susu dan makanan yang difortifikasi, adanya kecenderungan mengurangi bahan makanan tinggi lemak yang pada akhirnya mengakibatkan defisiensi vitamin D.

Pemeriksaan apa saja yg dapat dilakukan?

Kekurangan vitamin D yang berisiko menyebabkan defisiensi vitamin D, dapat diketahui dengan pemeriksaan kadar vitamin D dalam darah. Jumlah vitamin D seseorang dapat diketahui dengan nilai kadar vitamin D dalam darah melalui pengukuran kadar 25-hydroxyvitamin D dalam darah.

Kadar vitamin D dalam darah dibagi menjadi tiga golongan: kadar > 30 ng/mL (75 nmol/L) digolongkan normal; kadar 20–30 ng/mL (50-75 nmol/L) digolongkan sebagai insufisiensi vitamin D; sedangkan kadar < 20 ng/mL (< 50 nmol/L) digolongkan sebagai defisiensi vitamin D (Niruban et al., 2015).

Dari manakah kita dapat mendapatkan sumber vitamin D

1. Sinar matahari :

Sinar matahari adalah sumber vitamin D yang dapat ditemukan secara alami dan gratis. Sinar matahari mengandung vitamin D hingga 80%. Vitamin D dari sinar matahari didapatkan dengan berjemur saat pagi hari, namun intensitas pemajanan tertinggi sekitar pukul 11.00-13.00, karena pada jam tersebut banyak yang enggan melakukannya maka dapat dilakukan di jam yang lebih pagi dengan durasi waktu yang lebih lama.

2. Susu :

Susu dikenal dengan minuman yang kaya akan vitamin D dan kalsium sehingga baik untuk tulang. Susu sapi dan kambing memiliki kandungan kalsium dan vitamin D yang tinggi, untuk susu sapi sebesar 50% sedangkan susu kambing 31% saja.

3. Telur :

Telur mengandung vitamin D walaupun tidak banyak, dan terdapat pada kuningnya saja sebesar 25 IU. Mengkonsumsi 1 butir telur setiap hari dapat memenuhi kebutuhan akan vitamin D sebesar 10%.

4. Ikan salmon :

Salmon mengandung omega 3 dan B12 yang tinggi. Kandungan vitamin D pada salmon lebih besar jika dibandingkan dengan sumber vitamin D lainnya. Vitamin D pada salmon baik untuk perkembangan otak anak dan untuk janin pada ibu hamil.

5. Udang :

Vitamin D yang terkandung dalam udang sekitar 129 IU setiap 85 gram. Dengan ukuran tersebut udang sudah dapat memenuhi kebutuhan vitamin D tubuh sebesar kurang lebih 32%.

6. Tahu :

Kandungan vitamin D dalam tahu dapat membantu memenuhi kebutuhan vitamin D tubuh.

7. Keju :

Keju Ricotta mempunya kandungan vitamin D terbesar dibanding keju jeis lainnya, namun mengkonsumsi keju jenis lain dapat membantu memenuhi kebutukan tubuh akan vitamin D.

8. Sereal :

Sereal mengandung vitamin D yang baik untuk tulang.

9. Jamur :

Jamur mengandung vitamin D tidak banyak, mengkonsumsi jamur dapat memenuhi kebutuhan akan vitamin D sebesar 4%

10. Minyak hati ikan :

Kandungan vitamin D dan omega 3 di dalam minyak hati ikan cod sangat banyak dan bagus bagi kesehatan.

11. Kedelai :

Kacang kedelai memiliki kandungan vitamin D yang sangat baik, begitu juga dengan olahannya seperti tahu dan tempe. Orang dengan tidak suka/alergi susu sapi dapat menggantinya dengan susu kedelai.

Kesimpulan yang dapat ditarik adalah betapa pentingnya mengetahui kadar vitamin D dalam tubuh kita. Dengan mengetahui kadar vitamin D dalam tubuh kita, kita dapat mencegah timbulnya penyakit yang dapat dipicu saat terjadinya defisiensi vitamin D. Sumber terbesar vitamin D adalah paparan sinar matahari dan suplementasi vitamin D sesuai kebutuhan masing-masing individu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *