dr. Sahar Bawazeer, Sp.B

Spesialis Bedah Umum dan Payudara

Seorang dokter bedah yang memiliki concern terhadap penyakit pada payudara dan telah menjalani berbagai pelatihan dan training bersekala international

Minimally Invasive Breast Surgery

Operasi payudara dengan Teknik Minimal Invasif telah dilakukan sejak tahun 1990 an, dan telah banyak penelitian dilakukan untuk membandingkan efekasi nya dengan operasi secara terbuka.

 

Benjolan payudara yang dialami oleh banyak wanita, lebih dari 50 % adalah merupakan benjolan jinak, dan beberapa dari benjolan jinak tersebut membutuhkan tindakan, salah satu nya apabila benjolan tersebut membesar, ada keluhan (simptomatis), atau penderita mengalami kecemasan, serta beberapa jenis pada benjolan jinak tersebut berkembang menjadi keganasan.


Wanita dengan benjolan jinak pada payudaranya, kerap mengalami kecemasan apabila  dilakukan prosedur operasi pengambilan benjolan secara terbuka, sebab prosedur operasi payudara terbuka dilakukan di kamar operasi, dengan pembiusan general (general anaesthesia) atau pembiusan total dan dari operasi payudara secara terbuka tersebut bahkan ada beberapa yang memerlukan evaluate post operasi ( Evaluasi Paska Operasi ). Bagi beberapa wanita merasa sayatan pada prosedur operasi payudara terbuka mengganggu estetika pada payudara karena menimbukan bekas luka yang cukup terlihat. Dari beberapa alasan diatas, menginspirasi para ahli mengembangkan teknik minimal invasive dengan alat VAB (Vacuum Assisted Biopsy ).

Apakah VAB ?

Alat VAB ini , dikembangkan pada tahun 1995 oleh dokter radiologi Fred Burbank dan Mark Retchard yang merupakan teknisi alat kesehatan, untuk mengatasi kelemahan pada alat biopsi gun otomatis yang digunakan hingga core biopsy. VAB kemudian dikenalkan pada tahun 1996 sebagai alat diagnostik untuk lesi/benjolan kecurigaan keganasaan. Pertama kali dilakukan prosedur dengan alat VAB tahun 1998 oleh Zannis di Korea. Setelah beberapa perdebatan dengan kegunaan alat ini, pada akhirmya alat ini digunakan sebagai tindakan untuk terapeutik pada tahun 2002 pada benjolan jinak, di beberapa tempat di dunia seperti Singapore, Eropa dan Amerika bahkan telah dikembangan operasi pengambilan benjolan payudara dengan alat VAB ini sejak tahun 1999. Sejak saat itu berbagai center di dunia banyak melakukan operasi pengambilan benjolan jinak payudara dengan alat VAB  karena kepopuleran nya di kalangan wanita muda yang ingin operasi benjolan payudara nya dengan tindakan secara cepat, tidak nyeri, dan tidak menimbulkan bekas luka yang signifikan.

Keunggulan MIBS

 

Selain keunggulan yang telah disebutkan diatas, tindakan operasi payudara dengan alat VAB ini, dapat dilakukan secara one day care, dengan pembiusan lokal. Tidak sedikit wanita muda aktif yang enggan meningalkan pekerjaan nya terlalu lama untuk sebuah operasi, dan tidak sedikit pula dari wanita yang merasa benjolan jinak tidak perlu dilakukan tindakan pengambilan benjolan dikarenakan sifat nya yang jinak.
 
Dibawah ini adalah tabel perbandingan prosedur pengambilan benjolan payudara secara terbuka dan secara minimal invasive dengan VAB.
 

Apabila anda wanita muda mengalami keluhan benjolan pada payudara, dan telah di diagnostik benjolan tersebut jinak secara klinis maupun radiologis, prosedur ini dapat menjadi pilihan anda yang enggan dengan prosedur operasi secara terbuka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *