REPRODUKSI WANITA dan KANDUNGAN

Organ reproduksi wanita adalah organ yang digunakan dalam proses reproduksi pada manusia. Organ reproduksi ini berperan sangat penting dalam menghasilkan keturunan melalui pembuahan atau fertilisasi. 

Organ reproduksi akan berkembang dan berfungsi dengan baik saat manusia mengalami masa pubertas  yaitu masa peralihan dari anak-anak menuju remaja.

Keterangan gambar :

Ovarium : struktur berbentuk seperti telur, berjumlah dua buah, terletak di samping kanan dan kiri rahim (uterus) dan berfungsi menghasilkan sel telur (ovum).

Saluran telur (Tuba fallopi/ Oviduk) : saluran dengan panjang ±10 cm yang menghubungkan ovarium dengan rahim (uterus).

Rahim (uterus) : struktur seperti buah pir yang berfungsi sebagai tempat berkembangnya janin selama kehamilan.

Endometrium : lapisan yang membatasi rongga rahim dan meluruh saat menstruasi.

Vagina : saluran yang menghubungkan lingkungan luar dengan rahim, saluran mengalirnya darah menstruasi, dan saluran keluarnya bayi.

Servik : struktur rahim bagian bawah yang menyempit dan membuka ke arah vagina.

GANGGUAN PADA SISTEM REPRODUKSI WANITA

Sistem reproduksi pada wanita rentan mengalami beberapa penyakit. Hal tersebut biasanya terjadi karena virus, bakteri hingga tumor. Dalam hal kesehatan reproduksi, sulit untuk mengetahui apa yang “normal” dan apa yang mungkin merupakan tanda potensi masalah kesehatan.

Beberapa hal dibawah ini adalah beberapa masalah yang seharusnya menjadi perhatian oleh setiap wanita dan mengunjungi dokter kandungan untuk berkonsultasi.

1. Nyeri pada saat menstruasi

Bagi kebanyakan wanita merasakan Kram, nyeri payudara, dan sakit kepala adalah beberapa gejala menstruasi yang paling umum. Namun apabila mengalami nyeri haid yang sangat menyakitkan atau semakin memburuk dari waktu ke waktu melampaui kram dan bisa sangat parah itu bisa menjadi tanda endometriosis atau fibroid rahim. Segera konsultasikan kepada dokter spesialis untuk dapat dilakukan pemeriksaan menyeluruh.

2. Keputihan

Keputihan merupakan cara alami tubuh wanita untuk menjaga kebersihan dan kelembapan area kewanitaannya. Tak hanya itu, keputihan juga dapat melindungi vagina dari risiko infeksi. Penting untuk berbicara dengan dokter Anda jika ada bau busuk atau amis, atau jika ada perubahan dari bau normal Anda yang tampaknya berlangsung selama beberapa hari. Meskipun mengalami keputihan adalah normal, namun setiap perubahan atau bau busuk mungkin merupakan tanda pertumbuhan bakteri yang berlebihan atau infeksi vagina.

3. PCOS

Terkadang perempuan baru menyadari memiliki penyakit pada sistem reproduksi berupa PCOS ketika sedang menjalani program hamil. PCOS adalah singkatan dari polycystic ovary syndrome, yaitu munculnya kantong berisi cairan di salah satu atau kedua ovarium. Penyebab sindrom ovarium polikistik belum begitu dipahami, tetapi dapat melibatkan perpaduan faktor genetik dan lingkungan serta hormon. Gejala berupa menstruasi yang tidak teratur, pertumbuhan rambut berlebih, jerawat, dan obesitas

Our Specialist