MAMOGRAFI

Mamografi adalah salah satu tehnologi radiologi yang penting untuk deteksi dini kanker payudara . Di antara sekian banyak metode, mamografi masih menjadi rekomendasi utama untuk diagnosis kanker payudara. Hal ini dikareanakan oleh kemampuan alat mammografi untuk mendeteksi mikrokalsifikasi yang merupakan penanda kanker bahkan sebelum pasien maupun dokter dapat meraba benjolan.  Kemampuan inilah yang menjadikan mammografi tetap menjadi alat yang penting untuk melakukan deteksi dini kanker payudara.

Deteksi dini berguna sekali untuk keberhasilan pengobatan. Semakin dini kanker payudara ditemukan semakin tinggi pula angka keberhasilannya. Ditambah lagi pada stadium awal, anda masih bisa memilih metode terutama metode pembedahan yang tepat untuk anda.

Di MedicElle Clinic, kami memilih untuk menggunakan alat mamografi  terbaik dengan kualitas gambar paling unggul dikelasnya. Alat kami dilengkapi tehnologi yang mampu digunakan untuk pelayanan mamografi digital, Digital Breast Tomosynthesis (DBT) atau mamografi 3D, dan biopsi steriotaktik.

Keunggulan pertama dari alat mamografi kami adalah mamografi ini adalah mamografi digital. Gambar yang dihasilkan lebih jelas daripada mamografi analog, ditambah lagi tidak seperti mamografi analog yang pencitraannya langsung di kertas film, mamografi digital menghasilkan gambar yang langsung dikirim ke komputer sehingga dokter dapat bermain dengan beberapa mode dan membesarkan gambar, sehingga terlihat gambar yang lebih jelas. 

Selain kemampuannya untuk menghasilkan gambar digital yang baik. Keunggulan utama  mamografi kami adalah merupakan Digital Breast Tomosynthesis (DBT) atau yang biasa disebut 3D mammografi. Gambar 3D didapatkan  karena penampang payudara diambil dari berbagai sudut dengan gambar lapisan-lapisan jaringan payudara yang amat tipis. Dengan demikian lebih banyak informasi, diagnosa dapat dilakukan dengan lebih akurat dan penanganannya pun lebih tepat.

Berdasarkan penelitian dalam jurnal Lancet Oncology edisi September 2018 oleh Lund University dan Skane University Hospital di Swedia, metode mamografi digital terbukti mampu mendeteksi 30% lebih banyak kondisi kanker dibandingkan dengan mamografi analog. Riset lain yang dipublikasikan di New England Journal of Medicine menyatakan bahwa risiko kematian akibat kanker payudara pada perempuan usia 50-69 tahun yang melakukan pemeriksaan mamografi berkurang hingga 40%.