Kanker payudara adalah kanker terbanyak yang diidap oleh perempuan di Indonesia. 1 dari 2500 wanita di Indonesia mengidap kanker payudara.

Pengobatan kanker payudara ini sebenarnya bisa sangat efektif bila diketahui sejak dini, namun lebih dari 80% kasus ditemukan berada pada stadium yang lanjut, dimana upaya pengobatan kanker payudara sudah sulit dilakukan.

Oleh karena itu penting bagi para wanita untuk mengetahui dan menyadari perubahan sekecil apapun pada payudaranya. Dan perlu untuk melakukan pemeriksaan rutin sebagai tindakan pencegahan dan pemeriksaan dini.

Screening atau Deteksi Dini

Skrining kanker payudara adalah pemeriksaan pada payudara yang dilakukan ketikla kita tidak ada keluhan ini sangat membantu kita untuk deteksi dini. Karena kanker payudara bila sudah ada teraba benjolan maka ini artinya proses kanker tersebut sudah terjadi sekitar 2-20 tahun sebelumnya. Rata-rata benjolan teraba oleh pasien bila benjolan tersebut berukuran minimal 1 cm , bila dokter ahli yang melakukan biasanya biasa teraba Ketika benjolan sekitar 0.5-1 cm.  lalu mengapa perlunya deteksi dini? Bukankah 1 cm sudah cukup kecil?

Ternyata bila ditemukan mikrokalsifikasi pada payudara tanpa benjolan yang kemudian didiagnosa kanker payudara, maka dengan terapi yang tepat tingkat keberhasilan terapinya hampir mencapai 98%. Semakin besar benjolannya, semakin tinggi stadiumnya semakin kecil pula tingkat keberhasilannya. Berikut table tingkat keberhasilan dan stadium:

Apa yang bisa kita lakukan untuk Deteksi Dini

1. Periksa Payudara Sendiri ( SADARI )

Dapat dilakukan rutin secara mandiri, setiap bulan, setelah periode menstruasi.

2. Periksa Payudara Klinis ( SADANIS )

Merupakan pemeriksaan yang dilakukan oleh tenaga ahli kesehatan. Pemeriksaan meliputi anamnesa atau wawancara dan pemeriksaan fisik.

Meskipun dianjurkan SADARI, pemeriksaan fisik oleh dokter ahli juga perlu dilakukan secara berkala, karena dokter ahli rata-rata dapat mendeteksi benjolan lebih kecil daripada orang awam. Dari pemeriksaan fisik dokter akan menganjurkan untuk pemeriksaan tambahan lainnya seperti mammografi, USG payudara, maupun MRI payudara

3. Mammografi dan USG

Mammografi merupakan pemeriksaan dengan sinar X. Mammografi mampu mendeteksi kanker payudara sejak dini bahkan sebelum benjolan teraba. Mammografi mulai dilakukan untuk skrining mulai usia 40 tahun keatas. Namun apabila terdapat factor resiko yang tinggi, maka boleh dilakukan sejak 35 tahun.  Umur dibawah 45 tahun atau 35 tahun bila ada factor resiko, maka sebaiknya skrining dengan menggunakan USG.

Untuk mengetahui jadwal SADANIS

Untuk Informasi lebih lanjut tentang Mammografi KLIK DISINI!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *