dr. Merlyna Savitri, Sp.PD-KHOM

Spesialis Penyakit Dalam dan Konsultan Hematologi Onkologi Medik

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Diabetes melitus atau yang biasa dikenal sebagai kencing manis merupakan penyakit yang ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah (<200 mg/dL).

Dokter spesialis penyakit dalam MedicElle Clinic Surabaya, dr Merlyna Savitri SpPD FINASIM mengatakan, bagi penderita diabetes melitus, terdapat aturan makan yang harus harus ditaati.

“Tepat komposisi, maksudnya yaitu komposisi makanan terdiri dari tiga kali makan utama dan dua sampai tiga makan selingan,” terang Merlyna.

Selain menjaga komposisi, juga harus menaati prinsip yang kedua, yaitu harus tepat waktu.

“Bagi penderita diabetes melitus, harus makan dengan selang tiga jam sekali,” tutur Merlyna.

 

Selain menaati komposisi dan waktu yang tepat, para penderita kencing manis juga harus mengonsumsi makanan yang tepat jenis.

“Ada bahan makanan yang dianjurkan, dibatasi, bebas digunakan, dan diperhitungkan,” ungkap Merlyna.

Untuk lebih jelasnya, dr. Merlyna pun memberikan pola makan yang tepat bagi penderita kencing manis. Pola makan ini disebut 3J.

J yang pertama yaitu jumlah kalori. Makanlah makanan sesuai dengan kebutuhan kalori tubuh. J yang kedua yaitu jadwal artinya makan harus diikuti sesuai jam makan. Terakhir yaitu J yang ketiga yaitu jenis makanan, artinya makanan harus diperhatikan di antaranya pantang gula dan makanan manis,” jelas Merlyna.

J Pertama: Jumlah Kalori yang Dibutuhkan

Untuk mengetahui jumlah kalori yang dibutuhkan, maka harus mengetahui indeks massa tubuh terlebih dahulu.

Caranya, ungkap Merlyna, yaitu berat badan  x (tinggi badan x 2). Apabila berat badan sebesar 76 kg dan tinggi badan 1.67 m, maka indeks massa tubuh diketahui sebesar 27,25 dan dikategorikan sebagai kelebihan berat badan.

Dikatakan status gizi kelebihan berat badan apabila indeks massa tubuh antara 25,0 sampai 29,9.

“Dikatakan kekurangan berat badan apabila kurang dari 18,5. Normal apabila antara 18,5 sampai 24,9 dan dikatakan obesitas apabila 3,0,” ungkap Merlyna.

Jika status gizi gemuk (obesitas) maka energi yang dibutuhkan yaitu 1.300 hingga 1.500 kkal. Jika status gizi kurus maka membutuhkan 2.300 hingga 2.500 kkal.

“Apabila status gizinya normal, maka membutuhkan 1.700 hingga 2.100 kkal,” Merlyna mengemukakan

J Kedua: Jadwal Waktu Makan

Waktu makan bagi diabetes, tutur Merlyna, lebih baik dengan porsi yang sedikit namun dibagi ke dalam beberapa waktu makan agar gula darah stabil.

“Misalnya pukul 07.00 melakukan sarapan, kemudian pukul 10.00 memakan snack. Dilanjut pukul 12.30 melakukan makan siang, kemudian pada pukul 16.00 memakan camilan lagi,” tutur Merlyna.

Setalah itu, lanjutnya, pada 19.00 melakukan makan malam dan ditutup pada 21.00 memakan camilan.

J Ketiga: Jenis Makanan yang Dipilih

J yang ketiga yaitu memilih makanan yang sebaiknya dikonsumsi.

“Beberapa makanan yang bagus bagi para penderita diabetes yaitu makanan yang mengandung antioksidan,” ungkap Merlyna.

Makanan mengandung antioksidan yaitu di antaranya buah-buahan dan sayur-sayuran.

“Selain itu juga dianjurkan makan makanan yang mengandung serat dan makanan dengan indeks glikemik yang rendah,” tuturnya.

Makanan dengan glikemik rendah yaitu seperti agar-agar, jeruk, strawberry, roti gandum, susu, yoghurt, dan teh.

dr. Merlyna Savitri Sp.PD

https://www.medicelle.co.id/our-doctors/profiles/dr-merlyna-savitri-sp-pd/

https://www.medicelle.co.id/our-doctors/schedule/

Artikel ini telah tayang di Tribunjatim.com dengan judul INFO SEHAT: 3 Pola Makan yang Tepat Bagi Penderita Diabetes atau Kencing Manis dari Dokter Spesialis, https://jatim.tribunnews.com/2019/08/01/info-sehat-3-pola-makan-yang-tepat-bagi-penderita-diabetes-atau-kencing-manis-dari-dokter-spesialis. Penulis: Christine Ayu Nurchayanti Editor: Arie Noer Rachmawati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *