Menyusui adalah pengalaman ikatan yang indah antara ibu dan bayinya, tetapi juga dapat menimbulkan tantangan. Salah satu tantangan yang paling umum adalah mastitis, suatu kondisi tidak nyaman yang dapat terjadi selama menyusui. Penting bagi ibu menyusui untuk memahami penyebab, gejala, dan pengobatan mastitis untuk memastikan kesehatan dan kenyamanan untuk mereka dan bayinya.

Mastitis adalah suatu kondisi yang mempengaruhi banyak ibu menyusui di seluruh dunia. Kondisi ini terjadi ketika jaringan payudara meradang dan terinfeksi, sehingga menimbulkan gejala-gejala seperti nyeri payudara, kemerahan, bengkak dan demam. Meskipun mastitis dapat menjadi pengalaman yang membuat frustasi dan tidak nyaman, penting untuk diketahui bahwa mastitis adalah kondisi umum yang dapat diobati secara efektif dengan pengetahuan dan perawatan yang tepat.

Pada artikel ini, kita akan membahas penyebab, gejala, dan pilihan pengobatan untuk mastitis. Dengan memahami faktor-faktor yang berkontribusi terhadap mastitis dan mempelajari cara mengidentifikasi serta mengatasi gejalanya, ibu menyusui dapat mengatasi tantangan ini dan terus memberikan makanan serta kasih sayang yang dibutuhkan bayi mereka.

Apa itu Mastitis ?

Mastitis adalah peradangan pada jaringan payudara yang bisa terjadi pada siapa saja, meskipun kondisi ini paling umum dialami oleh wanita yang sedang menyusui dan sering disebut sebagai “mastitis laktasi”. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh infeksi dan bisa menyebabkan payudara menjadi merah, bengkak, panas, dan nyeri.

Kondisi ini seringkali disebabkan oleh bakteri, yang bisa masuk melalui retakan atau puting susu yang pecah, terutama pada periode menyusui. Mastitis dapat juga terjadi pada wanita yang tidak menyusui dan pada pria, meskipun ini lebih jarang.

Ibu sakit payudara

Penyebab Mastitis

Mastitis paling sering disebabkan oleh bakteri yang masuk ke dalam jaringan payudara melalui puting yang pecah-pecah atau sakit. Hal ini dapat terjadi jika teknik menyusui yang tepat tidak diikuti, atau jika bayi memiliki perlekatan yang kurang baik. Bakteri dapat berkembang biak dan menyebabkan infeksi, sehingga menyebabkan mastitis. Faktor-faktor lain yang dapat meningkatkan risiko mastitis antara lain pembengkakan, sistem kekebalan tubuh yang lemah, stres, kelelahan, dan nutrisi yang buruk.

Gejala Mastitis

Gejala mastitis dapat bervariasi dari yang ringan hingga yang berat. Gejala yang umum terjadi meliputi:

  1. Nyeri pada payudara: Payudara dapat terasa bengkak, nyeri, atau hangat saat disentuh.
  2. Kemerahan dan radang: Kulit di atas area yang terkena mungkin tampak merah atau tampak seperti ruam.
  3. Demam dan gejala seperti flu: Mastitis dapat menyebabkan demam hingga 38°C (ini bukan celcius kah? Dari 110°F sudah saya update menjadi 38°C) atau lebih tinggi, serta menggigil, nyeri tubuh, dan kelelahan.
  4. Pembengkakan payudara: Payudara mungkin terasa penuh dan kencang, dan mungkin terdapat benjolan atau kekerasan pada jaringan payudara.

Jenis – Jenis Mastitis

Mastitis dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis berdasarkan penyebab dan waktu kemunculannya. Berikut ini beberapa jenis mastitis:

1. Mastitis Laktasi (Puerperal Mastitis)

Terjadi pada wanita menyusui dan biasanya disebabkan oleh pengosongan payudara yang tidak efektif diikuti atau infeksi bakteri (seringkali Staphylococcus aureus) yang masuk melalui retakan pada puting. Pengobatannya biasanya melibatkan antibiotik.

2. Mastitis Non-Laktasi

Terjadi pada wanita yang tidak menyusui. Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh perubahan hormonal atau infeksi.

3. Mastitis Granulomatosa

Ditandai dengan adanya benjolan di dalam jaringan payudara. Sebabnya bisa bervariasi, termasuk respons terhadap cedera atau infeksi payudara.

4. Mastitis Periductal

Terjadi pembengkakan di saluran bawah puting susu.Biasanya ditemukan pada wanita usia produktif dan gejala umumnya muncul mendekati usia 40 tahun. Salah satu faktor resiko yang dapat meningkatkan terjadinya mastitis periductal adalah kebiasaan merokok.

Semua jenis mastitis ini memiliki karakteristik dan pendekatan pengobatan yang sedikit berbeda. Oleh karena itu, sangat penting untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan apabila mengalami gejala-gejala mastitis untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Pengobatan untuk Mastitis

Jika Anda merasa bahwa Anda menderita mastitis, penting untuk segera mencari pertolongan medis. Penyedia layanan kesehatan Anda kemungkinan akan meresepkan antibiotik untuk mengobati infeksi. Penting untuk meminum antibiotik secara penuh sesuai resep, bahkan jika Anda mulai merasa lebih baik sebelum menyelesaikan pengobatan.

Selain mengonsumsi antibiotik, berikut ini adalah beberapa tindakan perawatan diri yang dapat membantu meringankan gejala dan mempercepat penyembuhan:

  1. Lanjutkan menyusui atau memompa: Jangan berhenti menyusui ketika Anda menderita mastitis, karena penting untuk terus mengosongkan payudara secara teratur untuk mencegah susu menumpuk dan memperburuk infeksi.
  2. Beri kompres dingin: Saat sedang bengkak dan nyeri, dianjurkan melakukan kompres dingin untuk mengurangi bengkak radang. Ketika mastitis sudah teratasi, boleh melakukan kompres hangat untuk melancarkan sumbatan.
  3. Istirahat dan rawatlah diri Anda: Mastitis dapat melelahkan secara fisik dan emosional. Pastikan Anda cukup istirahat, tetap terhidrasi, dan makan makanan bergizi untuk mendukung proses penyembuhan tubuh Anda.
  4. Praktikkan teknik menyusui yang baik: Pastikan bayi Anda menyusu dengan benar dan Anda menggunakan posisi menyusui yang benar untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada puting.

Ibu menyusui dengan nyaman

Cara Mencegah Mastitis

Meskipun mastitis terkadang tidak dapat dihindari, ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko:

  1. Jaga kebersihan : Cuci tangan Anda sebelum menyusui dan pastikan mulut bayi Anda bersih.
  2. Pertahankan teknik menyusui yang benar: Pastikan bayi Anda melakukan pelekatan dengan benar dan mengosongkan payudara sepenuhnya setiap kali menyusui.
  3. Hindari bra dan pakaian yang ketat: Mengenakan pakaian dan bra yang longgar dapat membantu mencegah penyempitan dan meningkatkan aliran ASI.
  4. Rawatlah puting Anda: Jaga agar puting tetap bersih dan kering, dan gunakan krim lanolin atau pelindung puting jika diperlukan.

Kesimpulan

Kesimpulannya, mastitis adalah kondisi umum yang dapat terjadi selama menyusui. Dengan memahami penyebab, gejala, dan pilihan pengobatan untuk mastitis, ibu menyusui dapat secara efektif mengelola kondisi tersebut dan terus memberikan manfaat ASI kepada bayi mereka. Jika Anda mencurigai bahwa Anda menderita mastitis, penting untuk segera mencari pertolongan medis untuk memastikan perawatan yang tepat dan mencegah komplikasi. Ingatlah untuk merawat diri sendiri dan mempraktikkan teknik menyusui yang baik untuk mengurangi risiko mastitis.

Apakah Anda sedang Mencari Klinik Spesialis Payudara ?

Pengetahuan mengenai penyebab, gejala, dan penanganan Mastitis yang telah Anda dapatkan kini adalah langkah awal untuk masa depan yang lebih sehat. Saatnya bertindak! MedicElle Clinic siap menjadi mitra Anda dalam menavigasi perjalanan ini. Datang dan konsultasikan gejala yang Anda alami dengan dr. Sahar Bawazeer, sp.B, pakar kami yang berdedikasi dan berpengalaman. Tak hanya membantu Anda dalam menangani mastitis, dr. Sahar juga dapat membantu Anda dalam melakukan skrining dini untuk mendeteksi kanker payudara. Perjalanan menuju kesejahteraan bisa saja penuh tantangan, namun bersama kami, Anda tak akan menghadapinya sendiri. Ambil langkah penting ini demi kesehatan Anda, demi masa depan yang lebih cerah bersama kami di MedicElle Clinic.

Apakah Anda sedang mencari klinik spesialis payudara di Surabaya? Segera konsultasikan keluhan Anda dengan dokter spesialis kami. Hubungi kami melalui:

Our Location : Jalan Raya Gubeng no. 11 Surabaya, 60281
Email : cs.medicelle@gmail.com
Whatsapp : 08990118008
Office : +62 31 3000 9009
Customer Service : +62 31 3000 8008

Our Specialist

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp Icon