dr. Septria Erlitarini Sp.A

Spesialis Anak

Radang tenggorokan atau tonsilofaringitis merupakan salah satu penyakit yang paling sering terjadi pada anak. Penyebabnya paling banyak adalah virus, namun bisa juga dari bakteri. Bakteri paling umum penyebab radang tenggorokan adalah Streptokokus grup A (bakteri strep) yang bila tidak diobati dengan baik akan menyebabkan komplikasi dan menyebar ke orang lain. Bakteri strep hidup di hidung dan tenggorokan. Ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin atau berbicara, kuman keluar di udara dan menular melalui hirupan atau sesuatu yang terkontaminasi. Bakteri ini dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal atau jantung (demam rematik).

Radang tenggorokan paling umum terjadi pada anak usia sekolah tetapi siapa pun dapat terinfeksi strep. Obat antibiotik harus diberikan sesegera mungkin untuk mencegah kuman strep menyebar di dalam tubuh karena bakteri ini dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal atau jantung (Demam rematik). Demam rematik dapat menyebabkan nyeri dan bengkak pada persendian, ruam, sampai menyebabkan gagal jantung.

Beberapa gejala anak dengan radang tenggorokan karena bakteri strep yaitu:

  • Nyeri tenggorokan, terutama saat menelan.
  • Tenggorokan merah cerah, amandel bengkak, kadang-kadang dengan bercak putih atau garis-garis nanah.
  • Lidah kemerahan.
  • Demam.
  • Kelenjar yang bengkak di leher.
  • Sakit kepala, rewel.
  • Lemas.
  • Nafsu makan berkurang, mual atau muntah, terutama pada anak lebih kecil.
  • Nyeri di perut.
  • Ruam merah pada tubuh juga bisa muncul 12-48 jam awal gejala.

Bila seorang anak menderita batuk, suara serak, mata merah dan pilek, kemungkinan penyebab terbesar adalah virus. Dokter akan memeriksa semua gejala dan bila curiga suatu radang karena bakteri strep pengobatan utama adalah antibiotik untuk mencegah komplikasi yang telah disebutkan.

Sangat penting untuk memberikan antibiotik sesuai dosis dan lama yg dianjurkan, walaupun kebanyakan anak akan merasa lebih baik dalam 1-2 hari.

Ketika antibiotik tidak digunakan dengan benar (misalnya dosis kurang, skip jadwal minum obat, tidak sampai 10 hari), beberapa bakteri dapat menjadi resisten, dimana infeksi selanjutnya akan membuat sulit bahkan tidak bisa diobati sama sekali. Untuk obat-obatan lain dapat diberikan anti nyeri dan obat demam, seperti parasetamol atau ibuprofen, serta disarankan untuk mencukupi cairan dan makan makanan yang lunak. Pada anak besar bisa dianjurkan berkumur atau menggunakan spray antiseptik. Pada umumnya radang tenggorokan tidak membutuhkan rawat inap di Rumah Sakit kecuali intake dan cairan dirasa sangat kurang, dan anak sangat nyeri.

Pencegahan:

  • Cuci tangan yang benar mencegah penyebaran infeksi.
  • Tutup mulut saat batuk atau bersin.
  • Jangan berbagi cangkir minum atau peralatan makan.
  • Buang sikat gigi anak Anda dan beli yang baru segera setelah penyakitnya berakhir.
    (Kuman radang tenggorokan mungkin masih ada di sikat gigi anak Anda.)
  • Jauhkan anak Anda dari orang lain selama 24 jam setelah obat dimulai dan sampai dia tidak demam.
  • Beri tahu guru anak Anda bahwa anak Anda menderita radang tenggorokan, sehingga anak-anak lain dapat dimonitoring.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *