Efek samping kemoterapi dapat berupa mudah lelah, mual dan muntah, nafsu makan menurun, sariawan, perubahan buang air besar, rambut rontok atau perubahan kulit, serta penurunan jumlah sel darah. Tidak semua pasien mengalaminya. Segera hubungi tim perawatan jika muncul demam, perdarahan, sesak napas, atau keluhan yang makin berat.

Keluhan bisa muncul saat terapi berlangsung atau setelah pasien pulang. Jenis dan beratnya pun dapat berbeda pada setiap orang. Karena itu, selain mengenali jenis keluhan, perhatikan apakah keluhan tersebut mengganggu makan, minum, dan aktivitas atau menunjukkan tanda bahaya.

Berikut keluhan yang mungkin terjadi, tanda yang memerlukan respons segera, dan informasi yang sebaiknya disiapkan saat menghubungi tim perawatan.

Catatan: Artikel ini membantu Anda mengenali keluhan, bukan menentukan penyebab atau pengobatannya sendiri. Ikuti instruksi khusus dari tim perawatan Anda. Jika muncul tanda yang mendesak, segera hubungi tim medis atau cari pertolongan darurat sesuai kondisi; jangan menunggu jadwal kontrol.

Efek Samping Kemoterapi yang Mungkin Dialami Pasien

Efek samping setelah kemoterapi dapat memengaruhi tenaga, asupan makan, kondisi mulut dan kulit, serta jumlah sel darah. Daftar berikut membantu Anda mengenali perubahan yang perlu disampaikan, tanpa berarti setiap pasien akan mengalami semuanya.

Efek Samping Kemoterapi

1. Tubuh Mudah Lelah

Lemas setelah kemoterapi dapat membuat pekerjaan rumah, berjalan, atau aktivitas yang biasanya ringan terasa lebih berat. Rasa lelah tidak selalu memiliki satu penyebab. Sampaikan kepada tim perawatan bila kelelahan terasa berat, makin memburuk, atau disertai keluhan lain, seperti sesak napas, agar penyebabnya dapat dinilai.

2. Mual dan Muntah

Mual setelah kemoterapi dapat muncul segera atau baru terasa beberapa hari kemudian. Gunakan obat antimual sesuai resep dan jadwal yang diberikan. Jika muntah berlanjut, obat tidak membantu, atau Anda sulit mempertahankan asupan minum, segera beri tahu tim perawatan. Sir Charles Gairdner Hospital menjelaskan bahwa muntah yang terus terjadi dapat menyebabkan tubuh kekurangan cairan dan perlu dilaporkan kepada tim perawatan.

3. Nafsu Makan Menurun

Selera makan dapat berubah; makanan yang biasanya disukai mungkin terasa berbeda atau menjadi kurang menarik. Perhatikan dampaknya: apakah Anda masih bisa makan dan minum dengan cukup? Bila asupan terus berkurang, ceritakan kepada tim perawatan agar penyebab dan kebutuhan bantuan dapat dinilai.

4. Sariawan atau Mulut Terasa Nyeri

Sariawan, gusi sensitif, atau mulut yang terasa nyeri dapat membuat mengunyah, menelan, dan membersihkan mulut menjadi tidak nyaman. Jangan menunggu sampai Anda sama sekali tidak bisa makan atau minum. Laporkan keluhan ketika nyeri mulai menghambat asupan atau kebersihan mulut agar tim perawatan dapat memberi arahan yang sesuai.

5. Perubahan Buang Air Besar

Perubahan buang air besar dapat berupa diare atau sembelit. Obat kemoterapi maupun obat pendukung tertentu dapat berperan, sehingga penanganannya perlu disesuaikan dengan kondisi pasien. Sampaikan kepada tim perawatan jika diare berlanjut, Anda kesulitan minum, atau sembelit makin mengganggu. Jangan menganggap satu obat cocok untuk semua keluhan.

6. Rambut Rontok atau Perubahan pada Kulit

Rambut rontok karena kemoterapi bergantung pada obat yang digunakan; tidak semua pasien akan mengalaminya. Tanyakan kepada tim perawatan apakah hal ini mungkin terjadi pada rencana pengobatan Anda. Perubahan kulit yang ringan juga dapat dibicarakan saat konsultasi agar Anda mendapat saran perawatan yang tepat. Namun, jika ruam muncul tiba-tiba, terasa berat, atau disertai keluhan lain, segera laporkan.

7. Jumlah Sel Darah Menurun

Pada sebagian pasien, kemoterapi dapat menurunkan jumlah sel darah putih, sel darah merah, atau trombosit. Sir Charles Gairdner Hospital menjelaskan bahwa penurunan sel darah putih dapat mengurangi kemampuan tubuh melawan infeksi. Penurunan sel darah merah dapat berkaitan dengan kelelahan atau sesak saat beraktivitas, sedangkan penurunan trombosit dapat membuat pasien lebih mudah memar. Gejala tersebut perlu disampaikan kepada tim perawatan; jumlah sel darahnya perlu dipastikan melalui pemeriksaan darah.

Efek Samping Seperti Apa yang Harus Segera Dilaporkan?

Demam, menggigil hebat, perdarahan atau memar yang tidak biasa, sesak napas, serta muntah atau diare yang berlanjut perlu dilaporkan tanpa menunggu jadwal kontrol. Tindakan pertama berikut membantu Anda merespons keluhan, tetapi tidak berarti gejala lain pasti aman.

  • Demam atau menggigil hebat → Ukur suhu bila memungkinkan dan segera hubungi tim perawatan. Jangan menunda panggilan hanya karena termometer tidak tersedia sementara Anda merasa sakit atau menggigil hebat.
  • Perdarahan atau memar yang tidak biasa → Segera hubungi tim perawatan dan jelaskan lokasi serta kapan keluhan mulai muncul.
  • Sesak napas → Segera cari arahan medis. Jika gangguan napas berat, cari pertolongan darurat.
  • Muntah atau diare yang berlanjut → Hubungi tim perawatan, terutama jika Anda sulit minum atau tidak dapat mempertahankan cairan yang diminum.

Demam Setelah Kemoterapi

Demam Setelah Kemoterapi Perlu Perhatian Khusus

Demam setelah kemoterapi dapat menjadi tanda infeksi, terutama jika jumlah sel darah putih menurun. Jika suhu tubuh mencapai 38°C atau lebih, segera hubungi tim perawatan. Ikuti juga batas suhu dan instruksi khusus yang diberikan kepada Anda. Jika perlu ke instalasi gawat darurat, beri tahu petugas bahwa Anda sedang menjalani kemoterapi.

Apa yang Perlu Dicatat Saat Efek Samping Muncul?

Saat keluhan muncul, catat jenis gejala, kapan mulai terasa, seberapa sering terjadi, dan apakah kondisinya memburuk. Tambahkan suhu tubuh jika demam, kemampuan makan dan minum, serta obat yang sudah digunakan. Informasi ini membantu tim perawatan memahami kondisi Anda saat konsultasi.

Agar lebih mudah, gunakan lembar catatan efek samping setelah kemoterapi yang bisa diisi atau dicetak. Jika muncul demam 38°C atau lebih, perdarahan, atau sesak napas, segera cari arahan medis tanpa menunggu lembar tersebut selesai diisi.

FAQ

Berikut jawaban singkat untuk beberapa pertanyaan yang sering muncul setelah pasien menjalani kemoterapi.

1. Apakah semua pasien kemoterapi akan mengalami rambut rontok?

Tidak. Kemungkinan rambut rontok bergantung pada obat yang digunakan dan kondisi pasien. Tanyakan kepada tim perawatan apakah rencana pengobatan Anda berisiko menyebabkan rambut rontok dan perubahan seperti apa yang mungkin terjadi.

2. Apakah efek samping baru bisa muncul setelah pasien pulang?

Bisa. Sebagian keluhan, termasuk mual dan muntah, dapat muncul beberapa waktu setelah terapi. Sebelum pulang, pastikan Anda mengetahui nomor yang dapat dihubungi dan gejala apa saja yang harus segera dilaporkan.

3. Bolehkah langsung minum obat penurun panas saat demam?

Hubungi tim perawatan terlebih dahulu dan sampaikan hasil pengukuran suhu. Obat penurun panas dapat menyamarkan demam yang perlu dievaluasi. Jangan menunda menghubungi dokter saat suhu mencapai 38°C atau lebih selama menjalani kemoterapi, atau saat Anda mengalami gejala lain sesuai instruksi khusus tim perawatan.

Kesimpulan

Pasien tidak harus mengalami semua efek samping kemoterapi dalam daftar ini. Catat keluhan yang muncul dan sampaikan kepada tim perawatan, terutama jika keluhan mengganggu makan, minum, atau aktivitas. Jika terjadi demam, perdarahan, sesak napas, atau gejala yang makin berat, segera cari arahan medis tanpa menunggu kontrol berikutnya.

Siapkan Pertanyaan tentang Efek Samping Sebelum Kemoterapi

Jika Anda akan menjalani atau sedang menjalani kemoterapi, diskusikan efek samping yang mungkin terjadi sesuai rencana pengobatan Anda dengan tim MedicElle. Bila ada keluhan setelah terapi, sampaikan gejalanya agar tim perawatan dapat memberi arahan yang sesuai. Pelajari layanan kemoterapi MedicElle dan hubungi timnya untuk mendiskusikan kebutuhan perawatan Anda.

Our Location: Jalan Raya Gubeng No. 11, Surabaya, 60281
Email: cs.medicelle@gmail.com
WhatsApp: 08990118008
Office: +62 31 3000 9009
Customer Service: +62 31 3000 8008

Referensi

  1. Sir Charles Gairdner Hospital. (2025a). Lowered blood counts. https://www.scgh.health.wa.gov.au/Our-Services/Service-directory/Medical-Oncology/videos/Lowered-blood
  2. Sir Charles Gairdner Hospital. (2025b). Nausea. https://www.scgh.health.wa.gov.au/Our-Services/Service-directory/Medical-Oncology/videos/Nausea

Our Specialist

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp Icon